Memiliki dan mengoleksi kain-kain tradisional karya anak bangsa, tentu
menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Apalagi proses
pembuatnya sangat rumit dan memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena
itu dibutuhkan ketelatenan untuk merawat keindahannya.
Ikuti tips Chitra Subiyakto seorang pencinta & kolektor kain tradisional berikut ini:
1. Cuci dengan tangan
Rendam
kain selama 10 – 15 menit dalam larutan sabun lerak atau detergen
khusus untuk kain tradisional, kemudian kucek perlahan dengan tangan.
Bisa juga menggunakan sampo bayi. Agar serat kain tidak rusak dan
warnanya tidak lekas memudar, hindari memeras kain terlalu kencang atau
mencuci dengan mesin cuci dan detergen.
2. Hindarkan dari panas
Hindarkan
kain dari sinar panas matahari langsung. Setelah dicuci, kain cukup
diangin-anginkan di tempat teduh. Sebisa mungkin, kain cukup dirapikan
dengan tangan. Jika perlu disetrika, gunakan panas minimal.
3. Simpan bersama merica
- Simpan kain dalam lemari yang terhindar dari panas matahari langsung, tapi juga tidak di tempat yang terlalu lembap.
-
Agar tidak merusak struktur benang dan bentuknya, kain tenun dan
songket sebaiknya disimpan dengan cara digulung dan diikat longgar,
bukan dilipat.
- Hindari meletakkan kapur barus. Sebagai gantinya,
letakkan merica atau lada putih serta cengkih dalam kain kassa untuk
menghindarkan kain dari ngengat.
- Agar kain tidak apak dan berjamur, 1- 3 bulan sekali keluarkan kain dari lemari untuk diangin-anginkan.
4. Letakkan dalam freezer
Terdengar agak aneh. Tapi, menaruh gulungan kain dalam freezer terbukti ampuh untuk mematikan kuman dan jamur yang menempel, tanpa harus repot mencucinya
sumber: majalah femina

Tidak ada komentar:
Posting Komentar